Kamis, 19 November 2020

Memahat Kecewa

Saat cinta kita tak butuh pamrih

Saat benci tak perlu mendapat kasih

Tak ada arti tanpa perhatian

Sayang hanya sebuah sebutan 

Tanpa rasa itu tak lebih dari panggilan


Ekspresi, apresiasi, dan motivasi

Hilang bersama matinya nurani

Diam berteriak sesak dalam hati

Keluhan tak lebih dari bualan

Jika perhatian ditarik dan dialihkan

Lalu perasaan sudah mulai ku keringkan


Sembari menunggu...

basahnya hujan di tempat gersang

Angin sepoi menyejukan datang

sinar cahaya yang dinantikan


Biarlah terlena dengan bagianku

Menjadi hidup menikmati sepi

Menjalani apa yang diingini

Tanpa harus mengkhawatirkan 

Bagianku yang tak kau hiraukan

Sebagianmu yang mulai ku lepaskan


Minggu, 17 Februari 2019

Lamaran

Assalamualaikum wrwb

Alhamdulillah atas kesempatan yang d berikan kepada saya

Selama 24 purnama kami saling mengenal sejak 25 desember 2016 pada hari minggu kurang lebih jam 7 malam saya bertemu dengan wanita yang bernama Candrikasari Kusuma Dewi d ruangan ini juga

Banyak hal yang terjadi dan kami lalui serta kami tanpa sadari rasa itu mulai tumbuh, dan berbekal yakin akan kesungguhan hati dan tidak lupa restu dari kedua orang tua

Dihadapan kedua orang tua saya dan Tika, serta om dan tante sekalian yang menjadi saksi, ijinkanlah saya melamar Candrikasari Kusuma Dewi, Candrikasari Kusuma Dewi maukah kau menerima lamaranku untuk menjadi pendamping hidupku sampai akhir hayatku

28 Oktober 2018


Senin, 16 Juli 2018

Simpan tangismu dalam kesunyian

Mungkin aku menusuk terlalu dalam,
Sampai tak sadar telah melukai,
Saat aku berusaha mulai tenang,
Kau datang siap menikam belati.

Terima luka itu dan tersenyum,
Meski perih yang kau rasakan,
Biar darah mulai membasahi,
Simpan tangismu dalam kesunyian.


Minggu, 08 Juli 2018

Hujan di bawah bulan dan bintang

Malam ini Bulan bersinar terang, Bintang terlihat jelas, tapi badanku basah karena hujan, saat semakin ku usap basah ini tak pernah kering sampai entah kapan, dulu ada bulan dan bintang aku bisa tersenyum, tapi saat ini itu semua tertahan dalam dingin dan kegelapan, karam dalam palung yang paling dalam

Tak Dikenal Bayangan

Matahari terbit dari timur saat kita bertemu, tapi waktu berjalan saat senja mulai menjemput, kau berubah arah tanpa mudah di pahami, dan saat teduh mulai menaungi kau hilang bersama bentuk yang tak dapat kucari, kutenggelamkan diri dalam gelap, sampai malam menjemput pagi, berharap kau kan kembali tapi selalu hilang dan pergi.

Karam Dalam Palung

Allah Maha Adil memberi anugerah dan cobaan pada saat yang bersamaan.

Meski kebaikan yang kau lakukan akan dinilai mencari aman,
kelembutan yang kau berikan akan dianggap lemah,
dan kesabaran yang kau jalani akan dihadapkan pada ancaman.

Bukan kesempurnaan yang kita cari, bukan juga imbalan yang kita harapkan,
Tapi saat kita mulai mencintai,
Ada pengorbanan besar yang harus dilakukan.
Logika tak bisa mengalahkan perasaan,
Saat kau anggap mungkin ini akan berbeda tapi selalu saja ada halangan.
Kadang hati ikhlas menerima salah tanpa harus kata maaf, tapi berharap kasih yang terbalas setimpal dengan perbuatan.

Perhatian tak cukup melunakkan beban penantian, dirinya terlalu banyak tersakiti karena masa lalu, tak pernah bisa selalu begitu, tapi semua teringat dalam aksi dan reaksi. Menyampur senyawa dalam larutan yang mulai terisi menempati bentuk sesuai wadahnya.

Langit tidak bisa runtuh, jatuh tanpa rasa patuh,dan  hanya dalam kedua simpuh aku mulai bersikap lumpuh, berbisik kepada pencipta Nya, ada awan putih yang siap menjadi tempat ku berteduh dalam dirinya.

Jumat, 26 Mei 2017

Alasan dari setiap kalimat, bait, dan paragraf

Ada yang bertanya kapan aku mulai menulis?
Bukan jatuh cinta, senang, sedih, suka atau duka yang datang
Aku menulis saat tidak ada orang kepada siapa aku bercerita

Hatiku terlalu keras
Untuk mendengar suara
Jiwa ini tak lembut dan peka
Seperti yang diharap
Aku berpikir tentang kesempurnaan
Yang tak mungkin ku dapat
Tuturku tak jelas
Dan tak di hirau
Laku ku terlalu aneh
Untuk dipahami

Aku butuh perhatian
Mencari dengan cara berbeda
Aku butuh dipahami
Tak cukup sayang untuk dicintai
Aku butuh di dengar
Membuat gaduh dengan keheningan
Aku butuh dilihat
Dalam bentuk yang tak sempurna
Aku butuh dukungan
Saat jalan pikirku tak sesuai

Yang kupikir suatu saat nanti akan datang
karena saat ini aku terlalu lelah
seakan ingin berhenti
Terlalu tidak percaya pada dunia
Bahkan pada diri sendiri

Saat ini mungkin tak ada yang peduli
membiarkanku tenggelam sendiri