Senin, 06 Oktober 2014

Kebodohanku

Pertama kali 8 tahun yang lalu ku bertemu denganmu, saat ada yang berkata padaku untuk mendekatimu, aku bilang tidak akan pernah mau memiliki pasangan sepertimu. Ku ceritakan pada seorang temanku yang akhirnya mulai mendekatimu. Meski dia selalu menceritakan keindahanmu, aku hanya terdiam mendengarkan tanpa rasa mulai mengingat dan terbiasa, aku masih belum mengerti dan tak tahu harus berbuat apa. Bahkan saat kita berpapasan aku tak pernah tahu dan berpikir untuk memperhatikanmu. Sampai saat kau memilih orang yang tega mempertaruhkan cintanya bersama sahabat-sahabatnya demi mendapatkanmu, aku marah dan muak dengan mereka lebih dari sahabatku yang tak kau terima cintanya, tanpa sadar meski aku ingin mulai mengerti  dan memastikan tapi tak tahu harus berbuat apa jadi kukirimkan pesan untukmu setiap waktunya untuk mengingatkan keberadaanku padamu dan mungkin tak pernah kau perhatikan. Seiring berjalannya waktu aku yang semakin hilang dalam pencarian menemukan kau disana tanpanya menunggu entah siapa, maka dengan segenap hati ini ku coba untuk memberanikan diri tapi satu kata pun tak terbalaskan. Meski begitu saat ku mulai terlempar jauh darimu, aku sadar akan selalu kembali padamu. Hanya 5 nama yang ku ingat saat jauh dari rumah, hanya 5 nama yang ku sebut dalam doa di rumah Allah, dan hanya 5 nama yang selalu ada dalam pikiranku, selalu yang pertama adalah namamu meski aku tak mengenalmu, aku mengerti dan tahu apa yang kulakukan tapi aku tak pernah tahu apa isi hatimu dan pikiranmu sebenarnya. Sehingga aku hanya mampu berusaha tanpa menghiraukan suara yang selalu berteriak di telinga ini untuk membuatku bimbang dan goyah karena aku hanya ingin mempercayaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar