Jumat, 17 Februari 2017

Ketakutanku

Sadar menunggu kabar dirimu
Tanpa tujuan berjalan membunuh waktu
Semakin lama aku tampak bisu
Melayang angan ke tempat keberadaanmu

Aku tak pernah bisa menjadi:
Ksatria berkuda yang akan membawa bunga (atau)
Pengembara bergitar yang melantunkan lagu indah
Aku hanya kumpulan dari yang terbuang
Tanpa satu hal pun yang bisa aku banggakan

Aku takut
kau mungkin akan malu bila berjalan bersamaku
Entah esok, lusa, atau nanti suatu saat

Kamis, 16 Februari 2017

Dalam Diamku dan Diammu

Aku selalu merasa terlalu cepat
Sementara hati ini terus jatuh
Aku tak bisa berbuat apa-apa

Selip kata dalam bicara
Saat hati mulai membuka diri
Saat akal hilang kendali

Apa yang kutakutkan telah terjadi
Inilah aku yang kau kenal sekarang
Tampak lebih tapi penuh kurang

Jumat, 10 Februari 2017

Detik Di Hari Yang Baru

Cuaca datang silih berganti
Kadang cerah elok nyanyian riang gembira
Kadang sedih sendu bermandikan air hujan
Kadang juga bisa jadi amarah sulut cuaca terik nan panas

Kau bagai gravitasi
Yang tetap menarik di tempat ku berpijak
Meski aku tak yakin kepada siapa hatimu berpihak
Aku akan tetap di sini
Menjadi rumah tempat kau kan kembali

Hilang senyap timbul gelisah
Datang gembira mulai gundah
Seolah aku ingin lepas kendali
Hidup hari tanpamu apalah arti

Meski kau pernah mendengarnya
Saat ini hanya kau
pagi yang akan kutunggu
Siang yang menyinari jalanku
Malam yang menyelimuti jiwaku

Detik di hari yang baru
dalam setiap detak untuk tetap bertahan dihatimu

Senin, 06 Februari 2017

Pikiranku

"Pikiranku berlari terlalu cepat hingga tak satu kata pun sempat terucap"

Kadang ku berjalan menyusuri pinggiran tuk renungi semua keadaan,
Bukan untuk sembunyi lalu pergi dan menghilang.

Kali ini aku mencoba perlahan,
Menata setiap rencana dan pikiran,
Hanya untuk menatap masa depan.

Ku usahakan semua sekuat tenaga,
Sampai aku terbebas dari belenggunya.

Untuk kau satu-satunya yang ku perjuangkan,
Saat ini dan untuk selamanya.

Jumat, 03 Februari 2017

Jarak Antar Ruas Jalan

Sekian lama angin berhembus
Gemerisik suara mulai mendesir
Sambut dera gelombang lembut
Lewat pelukan hampa ku tunggu

Sesatku pikir maju langkah pasti
Haruskah jalan lurus kedepan
Atau ikut arah mata angin menunjukkan
Lalu diam kucoba memperhatikan

Aku bukan satu-satunya pilihan
Baginya, dia, dan siapapun juga
Meski aku hanya terpaku pada satu
Tapi itu jalan yang akan kutempuh

Tak pernah sanggup pada keramaian
Tapi sering menenggelamkan diri diantarnya
Tak cukup mau terlalu banyak pikiran
Tapi selalu satu yang cukup dikenang

Banyak yang ingin aku sampaikan
Meski kita hanya terbatas ruas jalan
Aku hanya ingin kau sampai di sini
Tanpa harus melihat ke belakang

Rabu, 01 Februari 2017

Pagi Yang Ku Tunggu

Kali ini aku berani untuk melupakan,
berani untuk memulai kembali,
tak ada yang bisa menghentikan semua ini,
kecuali Penguasa yang mampu membalikkan perasaan berkehendak beda.

Meski kata ini belum sempat tersampaikan,
saat ini dalam doa hanya namamu yang aku sebutkan.

Kata Tanpa Bingkai

Meski tumpah rasa dalam kata tak sempat bicara,
ratusan kalimat yang ku rangkai tergantung tanpa bingkai,
bukan karena aku tak ingin menyampaikan,
tapi hanya memberi waktu pada logika dan perasaan.