Sekian lama angin berhembus
Gemerisik suara mulai mendesir
Sambut dera gelombang lembut
Lewat pelukan hampa ku tunggu
Sesatku pikir maju langkah pasti
Haruskah jalan lurus kedepan
Atau ikut arah mata angin menunjukkan
Lalu diam kucoba memperhatikan
Aku bukan satu-satunya pilihan
Baginya, dia, dan siapapun juga
Meski aku hanya terpaku pada satu
Tapi itu jalan yang akan kutempuh
Tak pernah sanggup pada keramaian
Tapi sering menenggelamkan diri diantarnya
Tak cukup mau terlalu banyak pikiran
Tapi selalu satu yang cukup dikenang
Banyak yang ingin aku sampaikan
Meski kita hanya terbatas ruas jalan
Aku hanya ingin kau sampai di sini
Tanpa harus melihat ke belakang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar