Jumat, 03 Februari 2017

Jarak Antar Ruas Jalan

Sekian lama angin berhembus
Gemerisik suara mulai mendesir
Sambut dera gelombang lembut
Lewat pelukan hampa ku tunggu

Sesatku pikir maju langkah pasti
Haruskah jalan lurus kedepan
Atau ikut arah mata angin menunjukkan
Lalu diam kucoba memperhatikan

Aku bukan satu-satunya pilihan
Baginya, dia, dan siapapun juga
Meski aku hanya terpaku pada satu
Tapi itu jalan yang akan kutempuh

Tak pernah sanggup pada keramaian
Tapi sering menenggelamkan diri diantarnya
Tak cukup mau terlalu banyak pikiran
Tapi selalu satu yang cukup dikenang

Banyak yang ingin aku sampaikan
Meski kita hanya terbatas ruas jalan
Aku hanya ingin kau sampai di sini
Tanpa harus melihat ke belakang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar