Saat cinta kita tak butuh pamrih
Saat benci tak perlu mendapat kasih
Tak ada arti tanpa perhatian
Sayang hanya sebuah sebutan
Tanpa rasa itu tak lebih dari panggilan
Ekspresi, apresiasi, dan motivasi
Hilang bersama matinya nurani
Diam berteriak sesak dalam hati
Keluhan tak lebih dari bualan
Jika perhatian ditarik dan dialihkan
Lalu perasaan sudah mulai ku keringkan
Sembari menunggu...
basahnya hujan di tempat gersang
Angin sepoi menyejukan datang
sinar cahaya yang dinantikan
Biarlah terlena dengan bagianku
Menjadi hidup menikmati sepi
Menjalani apa yang diingini
Tanpa harus mengkhawatirkan
Bagianku yang tak kau hiraukan
Sebagianmu yang mulai ku lepaskan